Wednesday, January 28, 2009

Lampu “dop” yang Dipasarkan PT GE Lightning Indonesia Bergaransi?

Pada tanggal 25 Januari 2009 saya membeli lampu merk “dop” yang dipasarkan oleh PT GE Lightning Indonesia. Yang Saya beli adalah lampu hemat energi (energy saving) 22 watt. Pada kemasan lampu hemat energi yang saya beli terdapat informasi bahwa lampu tersebut memiliki performa yang sama dengan lampu 100 watt biasa, memenuhi standard international IEC 60968 dan IEC 60969, mampu menghemat energi hingga 80%, dan fitur-fitur menrik lainnya. Yang paling menarik mata saya adalah tulisan “GARANSI” yang cukup besar dan tentunya diakhiri dengan tanda bintang kecil. Dan juga ada tulisan yang cukup menggelitik “Tahan lama hingga 3 tahun, dengan pemakaian 2.7 jam per hari” pada kemasan lampu yang diproduksi di Cina ini.

Saat dicoba di took, lampu yang saya beli hidup tanpa gangguan dan memang lebih terang dari merk lain yang harganya lebih murah. Saat Saya pasang dirumah untuk mengganti lampu kamar yang sudah mati, lampu tersebut menyela dengan terang seketika tanpa kedip sesuai yang tertera pada kemasannya. Dari segi performa produk sebetulnya tidak ada yang dibwah harapan Saya saat membeli lampu tersebut.

Namun Saya masih penasaran dengan makna tanda bintang kecil setelah tulisan “GARANSI”. Saya cermati kemasannya dan saya temukan tulisan kecil di bagian bawah kemasan “Bergaransi 6 bulan. Ketentuan dan Syarat berlaku.” Sebetulnya tulisan seperti itu bukanlah hal yang asing lagi pada produk-produk yang bergaransi. Walaupun begitu Saya justru semakin penasaran dengan tulisan “… Syarat dan Ketentuan berlaku”.

Saya periksa kembali isi kemasan lampu yang Saya dan Saya temukan selembar kertas kecil bertuliskan “Kartu Garansi”. Kartu garansi yang terdapat dalam kemasan hanyalah kertas tipis berukuran kecil dan tidak ada cap atau stempel resmi (apalagi sticker hologram).

Pada kartu garansi saya kembali menemukan tanda bintang kecil, yang ternyata di sebelah kanannya terdapat penjelasan lebih detail tentang garansi yang isinya sama dengan persyaratan yang tertulis lengkap pada halaman sebaliknya.


Setelah membaca secara keseluruhan tulisan pada kartu garansi saya tidak yakin bahwa kartu garansi tersebut akan pernah terpakai. Dan mungkin itulah alsanya kartu garansi tersebut dibuat ala kadarnya.

Dalam kartu garansi untuk dapat mengklaim garansi disyaratkan produk hanya digunakan 8 jam per hari dalam kondisi normal. Untuk itu bagi Anda yang membutuhkan penerangan lampu lebih dari 8 jam tanpa henti dan ingin mendapatkan garansi alangkah lebih bijak kalau Anda berhati-hati dalam memilih lampu yang Anda beli dan pastikan Anda telah memahami syarat dan ketentuan garansi produk yang Anda beli.

Monday, January 26, 2009

Berani Membuat Impian

Kita harus berani membuat impian. Meski dengan kondisi kita sekarang yang bagaimana pun, janganlah merasa takut untuk memiliki impian. Sebab impian dapat menjadi blue print dari kehidupan dan masa depan kita. Artinya impian berpengaruh dalam membentuk masa depan kita.

Yakinlah dengan impian yang telah kita bentuk. Impian yang positif akan menjadi visi kita yang posotif, yang juga memberikan kekuatan positif pada diri kita. Jika impian kita telah tertanam dalam di dalam diri kita, impian akan memompa kinerja kita dan meningkatkan kualitan hidup.

Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, pernah berkata, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” Impian yang kuat dapat memberi sugesti kepada kita, dan mengarahkan langkah kita menuju impian tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Ir. Soekarno, kita yang juga pemimpin (setidaknya pemimpin bagi diri kita sendiri) haruslah menganggap penting akan impian yang kita buat. Karena sebagai pemimpin, impian kita juga mengarahkan apa yang kita pimpin. Impian kita akan menjadi layaknya obor yang akan menerangi kita dalam mencari jalan.

Janganlah kita takut untuk membuat impian. Membuat impian itu tidak perlu biaya, semua orang bisa membuat impian. Meski begitu tidak semua orang punya keberanian membuat impian. Membuat impian membutuhkan sebuah keberanian.

Friday, January 23, 2009

Kebutuhan Pencatatan

Mengarsip dan mencatat bagi sebagian besar orang memang dianggap sebagai pekerjaan yang membosankan. Namun, itu merupakan faktor yang sangat penting dalam program dan proses penataan keuangan pribadi.

Pekerjaan pengarsipan dan pencatatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
01. Dokumen perpajakan
02. Informasi Sumber penghasilan
03. Investasi
04. Akte, surat KPR, atau surat kontrak rumah, atau aset yang lain
05. Dokumen kepemilikan aset
06. Foto atau gambar properti yang dimiliki
07. Polis asuransi
08. Rekening tagihan kartu kredit
09. Bukti pembayaran
10. Rekening koran
11. Dokumen dana / tabungan pensiun
12. Dokumen kesehatan
13. Salinan surat wasiat atau surat pribadi

Berbagai kuitansi, cek yang dibagatalkan, dan dokumentasi penting lainnya yang harus disimpan (contoh: konfirmasi pembelian dan penjualan saham), sehingga apabila akan dilakukan audit atas laporan pajak, Anda tidak mengalami kesulitan.

Sederhana atau kompleksnya penyimpanan dokumen tergantung pada kebutuhan setiap orang. Beberapa orang beranggapan, menyimpan potongan buku cek, cek yang dibatalkan, rekening bank, serta faktur penjualan sudah dirasa cukup. Lainnya beranggapapn, diperlukan suatu sistem yang lebih rumit yang memuat perhitungan buku besar, seperti pendapatan dan biaya, pencatatan atas transaksi investasi, serta catatan harian untuk mendokumentasikan biaya-biaya lain, seperti biaya usaha.

Bagaimana Penurunan Suku Bunga Mempengaruhi keuangan Perseorangan?

Bank sentral negara,Bangk Indonesia (BI), sebagai regulator yang mengatur arus uang dalam kegiatan ekonomi di suatu negara sangatlah penting peranannya dalam mengatur naik-turunya suku bunga.

Namun sangat disayangkan ketika negara lain ,termasuk negara maju, rame-rame menurunkan suku bunga, negara kita belum melihatkan itikatnya untuk menurunkan suku bunga bank setelah naik menjadi 9,5% beberapa waktu yang lalu. Mungkin salah satu tujuan dinaikkannya suku bunga adalah untuk menarik masyarakat menyimpan dananya di bank agar bank memiliki liquiditas yang baik.

Namun tampaknya tingginya suku bunga bank di negara kita ini membuat usaha sektor real harus peras otak dan otot ekstra keras. Tingginya bunga menyebabkan makin tingginya biaya mendapatkan modal kerja dan meningkatnya resiko yang harus ditanggung pengusaha di sektor real.


Apa sih efeknya kalau suku bunga turun?

Bagi orang yang menyimpan uang di bank pasti tidak begitu suka dengan turunnya suku bunga. Karena ini berarti hasil investasi yang didapatkan dari tabungan akan menurun.

Namun sebaliknya bagi para pengusaha sektor real. Karena dalam waktu beberapa hari atau minggu, bank pun mulai melakukan penurunan suku bunga pinjaman, yang kemudian diteruskan ke peminjam. Ini artinya beban bunga yang harus ditanggung pengusaha do sektor real akan turun.

Di sisi lain, penurunan suku bungan biasanya akan diikuti meningkatnya pembelanjaan masyarakat. Karena suku bunga pinjaman untuk konsumsi otomatis juga akan turun dan membuat orang merasa lebih murah untuk membeli sesuatu, terutama secara kredit. Contohnya ikut turunya suku bunga pinjaman KPR menyebabkan permintaan rumah atau tempat tinggal meningkat.

Oleh karena itu penurunan suku bunga sangat dinanti-nanti oleh pengusaha sektor real di saat-saat seperti sekarang ini. Turunnya suku bunga akan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Kondisi Keuangan Makro Pengaruhi Keuangan Pribadi

Mungkin banyak diantara yang kita cuek terhadap kondisi keuangan secara makro. Selain karena kurangnya informasi yang kita ketahui, kita sering beranggapan bahwa kondisi keuangan makro tidak berdampak langsung terhadap keuangan pribadi atau keluarga. Namun ternyata beberapa hal dari kondisi keuangan Makro ternyata memiliki hubungan yang erat dengan keuangan pribadi atau keluarga.

Mungkin diantara kita sering membicarakan naik turunnya suku bunga SBI yang biasanya mempengaruhi suku bungan tabungan dan deposito yang kita miliki. Suku Bunga Bank Indonesia (SBI) sering kita gunakan sebagai acuan pada investasi kita. Hal ini dikarenakan naik turunnya SBI akan berdampak langsung pada bunga tabungan, deposito, dan instrument keuangan lainnya seperti emas dan properti.

Beberapa hal dari faktor-faktor ekonomi makro yang mempengaruhi keuangan pribadi kita:

- Inflasi :
Dampak yang kita bisa rasakan secara langsung dari inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang tersedia di masyarakat. Pemerintah mengukur inflasi dengan beberapa faktor: Indeks Harga Konsumen, Indeks Harga Produsen, pemicu terjadinya deflasi pendapatan per kapita, dan Indeks upah tenaga kerja.

Inflasi sangat terasa dampaknya bagi orang yang memiliki pendapatan, karena daya beli dari uang yang dimiliki menurun. Misalnya beberapa tahun lalu, kita makan nasi lengkap dengan ayam dan sayur di warteg atau rumah makan padang cukup dengan uang Rp 5000,- saja. Namun sekarang nilai uang Rp 5000,- tadi turun, apabila digunakan untuk membeli makan di warteg atau rumah makan padang kita mungkin hanya bisa beli nasi telur saja. Hal ini yang membuat inflasi seperti perampok kekayaan kita. Makanya, para menteri dan pejabat yang menangani urusan ekonomi pusing tujuh keliling mengatur dan menjaga inflasi.

- Pendapatan per Kapita :
Pendapatan per kapita berfungsi untuk mengukur nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan ekonomi nasional serta mengukur kesehatan ekonomi suatu negara secara luas. Pendapatan per kapita dilaporkan sebagai bentuk nyata pertumbuhan ekonomi secara luas.

Secara sederhana, pendapatan per kapita akan mununjukkan rata-rata pendapatan setiap warga Indonesia yang produktif (usia kerja) berdasarkan indikator ekonomi makro. Naiknya pendapatan per kapita bisa mencerminkan bahwa negara tersebut, atau masyarakat di negara tersebut, lebih makmur dibandingkan negara lain.

- Suku Bunga :
Suku bunga adalah faktor terbesar yang akan dijadikan pertimbangan dalam membuat keputusan keuangan. Antara lain biaya bunga pinjaman, misalnya Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kredit Kepemilikan Mobil (KPM), serta kredit usaha lainnya. Pengaruh naik-turunnya suku bunga akan dirasakan oleh kedua belah pihak, baik kreditor maupun debitor.

Naik-turunnya penghasilan bunga bagi penabung juga akan ditentukan oleh naik-turunnya suku bungan tersebut. Bagi para pakar ekonomi, suku bunga dipakai untuk mengukur tingkat resiko investasi di suatu negara.